Tak Kenal Maka Tak Sayang

“Sekilas tentang Kami…yang berada di ujung  tapal batas Kabupaten Grobogan”

Bangsri adalah sebuah Desa kecil di Kecamatan Geyer yang berada di daerah batas/pinggiran Kabupaten Grobogan dengan Kabupaten sragen, yang terdiri dari 6 dusun ,yaitu:

  1. Dusun Getasgeneng.
  2. Dusun Bangsri.
  3. Dusun Madoh.
  4. Dusun Kuncen.
  5. Dusun Drojo.
  6. Dusun Ngesong.
  • Dusun Getasgeneng terdiri dari  7 Rukun Tetangga (RT)  dan 1 Rukun Warga (RW).
  • Dusun Bangsri terdiri dari 12 Rukun Tetangga (RT) dan 2 Rukun Warga (RW).
  • Dusun Madoh terdiri dari 10 Rukun Tetangga (RT) dam 2 Rukun Warga (RW).
  • Dusun Kuncen terdiri dari 3 Rukun Tetangga (RT) dan 1 Rukun Warga (RW).
  • Dusun Drojo terdiri dari 5 Rukun Tetangga (RT) dan 1 Rukun Warga (RW).
  • Dusun Ngesong terdiri dari 4 Rukun Tetangga (RT) dan 1 Rukun Warga (RW).
  • jumlah 41 (RT) dan 8 (RW).

dan masing -masing Dusun di pegang oleh 1 orang Kepala Dusun.

Desa bangsri mayoritas penduduknya bercocok tanam dengan kondisi tanah tadah hujan  jadi dalam 1 tahun mayoritas masyarakat Desa Bangsri menanam jagung 2 kali ( laboh dan mareng) bagi yang punya ladang dan 1 kali dimusim kemarau bagi yang punya sawah ,sedangkan untuk menanam padi dalam 1 tahun hanya bisa tanam 1 kali itupun jika musim penghunjannya bagus, maka dengan demikian ekonomi masyarakatnya tergolong menengah kebawah.dalam hal peningkatan perekonomian khususnya petani tentu masih sangat banyak kekurangan seperti misalnya bagaimananya petani bisa memenuhi kebutuhan akan air untuk bercocok tanam sehingga petani tidak tergantung dengan musim hujan yang tidak bisa dipastikan semisal pengadaan sumur bor untuk pertanian dan atau pengadaan embung pertanian dll,dan ini tentunya masih menjadi Pekerjaan dan Pemikiran bersama antara Pemerintah dan Masyarakat untuk bisa tercapai mimpi mimpi ini

Dalam hal  pendidikan anak/generasi penerus sudah mengalami peningkatan yang bagus terbukti sudah banyak diploma ,sarjana ataupun yang sederajat yang berasal dari putra putri Desa Bangsri, namun sayangnya bukan hanya di Desa Bangsri mungkin hampir semua Desa yang ada di indonesia yang putra putrinya lulus dari Dunia Pendidikan mayoritas bisa dipastikan meninggalkan Desanya dengan alasan mencari kerja ,di perusahaan ataupun instansi besar lainnya yang diharapkan mampu menjamin masadepannya. maka tidak aneh jika Desa dikenang hanya sebuah tempat kelahiran  tapi itupun tentu tidak bisa disalahkan karena merupakan hak masing -masing insan untuk menentukan masadepannya.

Dalam hal Kesehatan Desa Bangsri Alhamdulillah cukup baik,selain dengan udah adanya fasilitas kesehatan seperti PUSKESMAS (Puskesmas Geyer II),POLINDES dll, dan juga kesadaran Masyarakat  tentang kesehatan juga udah cukup baik  sesuai dengan perkembangan dan kemajuan desa dan juga pola pikir Masyarakat tentang arti sebuah kesehatan. kegiatan POSYANDU di masing masing wilayah Dusun yang ada di Desa dalam setiap bulannya cukup berjalan dengan baik, pengecekan kondisi kesehatan Lansia,penimbangan BALITA dan juga Program PMT(Pemberian Makanan Tambahan).walaupun demikian tentu masih banyak kekurangan yang tentu butuh perbaikan untuk menuju ke yang lebih baik.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *