MONITORING DD bukan sekedar rekreasi

Senin(17/12) ,pukul 12.30 wib  Desa Bangsri kedatangan Tim Monitoring dari kecamatan Geyer yang terdiri dari:

  • 1.Jati Lukito (Kasi Pemerintahan Kecamatan Geyer).
  • 2.Toufik HR Kasi PMD (Kasi PMD Kec.Geyer).
  • 3.Warsito (Staf).
  • 4.Agung Eko (PD).
  • 5.Agus Joko (PDTI)
  • 6.Gatot (PLD).

Dalam pertemuan tersebut disampaikan maksud kunjungan Ke Desa Bangsri yaitu antara lain untuk memonitoring perkembangan pembangunan Desa Bangsri yang bersumber dari Alokasi Dana Desa Tahun 2018 baik bagaimana nantinnya juga diharapkan TPK (Tim Pelaksana Kegiatan )  Desa Bangsri yaitu Warsito (60) untuk segera membuat LPD 2018 (Laporan Penggunaan Dana) dan juga melengkapi kekurangan yang ada baik yang berupa Fisik ataupun  Secara Administrasi.

Dalam pertemuan yang rileks antara Tim Monitoring Dana Desa dan Kepala Desa Bangsri (Suyatno),TPK serta Perangkat Desa Bangsri juga disampaikan tentang sistem alokasi Dana Desa untuk tahun 2019 dengan pembagian prosentase yang sesuai dengan SOP dan lebih mengutamakan pemberdayaan Masyarakat Ekonomi Lemah /Rumah Tangga Miskin dalam pelaksanaan pembangunan yang bersumber pada alokasi Dana Desa dengan maksud Dana Desa adalah Program Pembangunan Desa dengan sistem pemberdayaan masyarakat kurang mampu agar masyarakat tersebut mendapatkan sumber ekonomi untuk kebutuhan /meningkatkan taraf hidup dan Desa Bertambah Maju.

Dalam Perealisasikan Dana Desa agar berpedoman pada ,30 persen  upah tenaga,5 persen oprasional administrasi ,65 persen bahan ,alat dan material…dengan 30 Persen Upah Tenaga dengan maksud Mensejahterakan Masyarakat Ekonomi Lemah/Kurang Mampu dengan sistem pemberdayaan melalui pembangunan yang ada di desa yang bersumber dari alokasi Dana Desa.

dalam kunjungan yang di adakan juga diwarnai dengan diskusi ataupun tanya jawab sehubungan dengan Dana Desa dengan perangkat yang ada karena tim Monitoring tentunya juga bukan hanya sekedar kunjungan/rekreasi tetapi tentu juga harus bisa menjelaskan apa yang belum dimengerti untuk bisa dipahami dan dapat di realisasi sehingga tidak ada mis comunikasi antara TPK ,Kepala Desa dan Perangkat Desa serta masyarakat dan juga Tim Monitoring agar semua sinergi untuk memajukan Negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *