Pelatihan Petugas Pemetaan dan Pengawas sebagai Mitra BPS

Maret 2019 (20-30) diadakan pelatihan pengunaan amplikasi wilkerstat oleh BPS Kabupaten Grobogan yang dilaksanakan di Hotel Kriadgrandmaster Purwodadi yang dilaksanakan secara bergelombang untuk melatih petugas Pemeta dan juga pengawas dalam menggunakan amplikasi wilkerstat.

Amplikasi Wilkerstat adalah amplikasi GIS untuk mengumpulkan,menyajikan,dan berbagi informasi geografis,untuk ponseldan tablet,amplikasi wilkerstat digunakan untuk membantu pengenalan wilayah dan juga untuk mengambil foto landmark yang memiliki koordinat geografis.

Adapun maksud kegiatan pemetaan dan pemuktahiran muatan wilkerstat adalah

  • mengembangkan statiscal spatial framework sebagai jembatan integrasi informasi stastistik dan geosfasial.
  • meningkatakan kualitas dan kuantitas ketersediaan kerangka induk wilayah kerja stastistiksebagai dasar pelaksanaan lapangan SP2020.

adapun Tujuan kegiatan pemetaan dan pemuktahiran muatanwilkerstat SP2020 adalah:

  • Menyusun peta wilayah kerja stastistik untuk SP2020.
  • Mendapatkan kerangka induk yang muktahir untuk SP2020.
  • Mendukung kebijakan satu peta indonesia.

adapun masing masing tentunya mempunyai tugas,dan tugas pemeta antara lain adalah:

1.Melakukan identifikasi awal untuk mengecek SLS(satuan lingkungan setempat) yang ada diwilayah kerja

   BSnya(Blok Sensus).

2.Mengisi informasi SLS/non SLS hasil identifikasi menggunakan daftar identifikasi wilayah.

3.Melakukan rekonsiliasi dengan pengawasn untuk:

  • Pengecekan daftar SLS hasil identifikasi lapangan Pemeta dan hasil konfirmasi kantor Desa.
  • pengecekan batas wilayah dan isian dukumen.
  • Finalisasi dukumen dan peta.

4. Mengunjungi ketua SLS diwilayah tugasnya untuk melakukan Konfirmasi.

5.Menelusuri batas SLS dan menggambarkannya ke SP2020WA sementara dan SP2020WB-sementara.

6.Melakukan Geotagging m,enggunakan amplikasi wilkerstat untuk lanmark batas SLS dan bangunan

infrastruktur.

7.Menggambar segmen dalam SLS pada SP2020WB-sementara.

8.Menghitung bangunan sensus dan mengisi LK-M.

9.Bekerjasama dan berkoordinasi dengan pemeta di SLS yang bersebelahan.

10. Berkoordinasi dengan Pengawas.

11.Mengumpulkan seluruh Dukumen Ke Pengawas.

diharapkan dengan diadakan pelatihan ini akan medapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan dan tentunya hal ini tidak lepas dari kerjasama yang baik antara pengawas ,pemeta ,ataupun tokoh masyarakat ,Kepala Desa tempat /alokasi pemetaan /pemetaan dilaksanakan untuk mendapatkan data yang valit dan akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *