Dalam Ironis ada juga kebahagiaan …

Awal bulan juni 2019 telah dimulainya pembangunan longsoran bantaran sungai di Dusun Madoh yang terletak di Rt. 03/05 dan sayap jembatan yang terletak di Rt .04/05 ,Desa bangsri yang ditangani oleh rekanan dari BPBD Kabupaten Grobogan yang mana ini merupakan realisasi dari pada usulan Pemerintah Desa Bangsri yang di usulkan satu tahun yang lalu yang mana juga telah disurvay oleh Tim BPBD Kabupaten Grobogan beberapa bulan yang lalu

Dan pada awal juni 2019 ini direalisasikan dengan pembangunan bronjong penahan longsoran juga pengarah daripada arus sungai dengan pembuatan bronjong dan radius pengatur arus sungai.

Penataan bronjong seperti foto diatas dengan harapan air atau arus sungai yang mengalir di musim hujan mengikuti radius bronjong tersebut sehingga tidak menyebabkan terjadinya erosi bahu jalan dan juga tanah sekitar bantaran sungai.

Foto tersebut adalah pembuatan bronjong penanggulangan longsoran yang disebabkan oleh arus sungai yang berada di Rt.03/05 Dusun Madoh,Desa Bangsri ,sedangkan penanggulangan longsoran sayap jembatan yang diakibatkan oleh derasnya arus sungai dan juga derasnya air parit di sepanjang jalan juga dilakukan pembuatan bronjong sebagai berikut;

Hal tersebut saat ini masih dilakukan oleh rekanan dari BPPD Kabupaten Grobogan tetapi untuk detainya sampai saat ini tidak bisa menjelaskan dikarenakan pelaksana daripada pembangunan pembuatan bronjong ini kami konfirmasi ke Kepala Dusun Madoh tempat dilaksanakannya proyek tersebut dan juga perangkat Desa Bangsri tak ada tembusan sama sekali dan bahkan kami konfirmasi kepada Kepala Desa Bangsri (Hardi) beliau mengatakan tidak dapat tembusan dari pelaksana pembangunan yang ada tersebut… dan tentunya hal ini ironi karena bagaimanapun juga pemangku wilayah seharusnya mendapat tembusan bahwa akan dilaksanakannya pekerjaan tersebut oleh…? dan dalam jangka waktu …? dengan jumlah tenaga yang bekerja pada proyek tersebut berapa HOK hal ini tentunya menyangkut keamanan dan kenyamanan baik baik pelaksana pembangunan,Pekerja Proyeknya Ataupun Masyarakat Desa Bangsri dan juga antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan…dan juga merupakan etika dalam bekerja sebagai orang indonesia yang dikenal dengan sopan santunnya orang timur.

Ironis memang jika pemangku wilayah sudah tak dianggap sehingga tak dapat tembusan mengenai proyek pembangunan yang dilaksanakan di wilayahnya karena hal ini menyangkut martabat ,kewibawaan keamanan dan juga kenyamanan kedua belah pihak baik pelaksana proyek dan pekerjanya ataupun masyarakat sekitar sebagai penerima manfaat proyek tersebut akan tetapi bagaimanapun juga hal ini juga bawa kebahagian tersendiri dengan telah dilaksanakannya dan direalisasikannya pembangunan ini dan segala kekurangan yang ada ini menjadi intropeksi untuk lebih baik lagi kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *