Tidak perlu pelihara karang gigi …berbahaya …tidak bisa buat pondasi.

Senin (1/7) 2019 diadakan pertemuan dalam rangka sosialisasi kesehatan gigi dan mulut ,hal ini dilakukan dalam rangka mengatasi keluhan- keluhan yang ada di masyarakat yang umum terjadi terlebih di pedesaan yang pada umumnya masyarakat pedesaan 80% kurang peduli dengan kesehatan gigi dan mulut yang biasanya kurang disadari jika belum terkena penyakit yang diakibatkan tidak terjaganya kesehatan gigi dan mulut,tidak dapat di pungkiri dikarenakan mayoritas masyarakat pedesaan di subukan dengan rutinitas harian, seperti keladang ,sawah yang biasanya tidak mandi dulu sebelum melakukan aktifitas dan biasanya masyarakat indonesia pada umumnya melakukan gosok gigi bersamaan dengan mandi pada umumnya itupun tidak semua yang mandi melakukan gosok gigi ,,,padahal penyakit gigi fan mulut juga berbahaya bagi keselamatan jiwa.

Maka puskesmas geyer II bekerja sama dengan pemerintahan desa melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat Desa bangsri yang di wakili oleh ketua Rt dan Rw ,tokoh masyarakat,tokoh agama,BPD dan kader PKK dan huga kader posyandu Desa Bangsri.

Mengenai masalah gigi dan mulut yang sering kita jumpai dalam masyarakat antara lain:

  1. Gigi berlubang atau karies gigi.
  2. Gingivitis (radang gusi).
  3. Abses gigi (gigi bengkak).

Gigi berlubang adakah kondisi dimana gigi mengalami kerusakan yang mengikis bagian luar (email) hingga bagian dalam gigi (dentin) sampai membentuk lobang. Hal ini disebabkan antara lain :

  • penumpukan bakteri pada mulut.
  • Mengkonsumsi makanan yang manis.
  • Tidak terjaganya kebersihan gigi dan mulut.

Hal hal yang dapat dilakukan dalam perawatan gigi berlubang.

  1. Filling atau tambal gigi merupakan tindakan yang paling umum dilakukan.
  2. Crown atau kurung gigi biasanya dipilih untuk mengatasi kerusakan yang lebih parah atau pada oasien yang memiliki kondisi gigi lemah.
  3. Root canal atau perawatan saluran akar gigi umumnya dilakukan ketika kerusakan yang terjadi sudah mencapai bagian dalam gigi atau akar gigi.
  4. Cabut gigi tindakan ini biasa dilakukan jika kondisinya sudah tidak memungkinkan dilakukan perawatan.

Radang gusi (gingivitis).

Adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada gusi yang biasanya dengan gejala gejala:

  • Gusi berdarah.
  • Bau mulut.
  • Gusi berubah warna.

Gusi berdarah biasanya penyebab utamanya adalah Kalkulus (karang gigi).

Dan biasanya untuk mengatasi gusi berdarah dengan scalling (membersihkan karang gigi dan sikat gigi yang benar).

Abses gigi adalah terbentuknya kantung atau benjolan nanah pada gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri .

Perawatan Abses gigi

  • Membuat kanal ke akar gigi.
  • Mengeringkan abses dengan cara membuat sayatan kecil pada benjolan abses dan mengeluarkan cairan nanah didalamnya.
  • Memberikan antibiotik hal ini dilakukan jika infeksi sudah menyebar ke gigi lainnya ,dokter akan meresepkan antibiotik untuk menghentikan penyebaran bakteri.
  • Mencabut gigi yang terinfeksi jika memang gigi sudah tidak bisa di selamatkan maka gigi yang terkena abses akan di cabut don dokter kemudian akan mengeringkan abses

Bahaya abses jika tidak dilakukan perawatan akan menyebabkan sepsis dan bisa berdampak kematian.

Begitu pentingnya kesehatan gigi dan mulut untuk itu perlu kita upayakan untuk selalu menjaga dan merawatnya gigi dan mulut antara lain dengan menggosok gigi secara teratur ,menghindari makanan manis,jangan merokok dan periksakan kesehatan gigi dan mulut secara berkala 6 bulan sekali ke puskesmas atau dokter gigi.

Dan untuk menyikapi permasalahan tersebut puskesmas geyer II mulai bulan Agustus 2019 ada dokter gigi yang aktip bekerja sebagai dokter gigi untuk melayani masyarakat wilayah puskesmas Geyer II dan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *