Kreatifitas dengan barang bekas

Dalam musim kemarau yang panjang ini yang sudah hampir 4 bulan tak turun hujan sama sekali khususnya yang terjadi di desa bangsri kecamatan geyer kabupaten grobogan propinsi jawa tengah dan sudah bisa dipastikan terjadi kekurangan air untuk kebutuhan sehari hari apalagi untuk pertanian sehingga dimusim seperti ini banyak ladang dan sebagian kecil sawah tidak bisa ditanami atau di garap (jawa).

Dan tentunya daripada stres dan banyak pikiran lebih baik kita gunakan disela waktu luang yang ada ini untuk berkreatifitas dengan memperbaiki alat ( cangkul,angkong,aret,dan sebagainya ) yang selama ini dikarenakan sibuk dengan rutinitas keseharian sebagai petani dan lain lain.

Dalam berkreatifitas salah satunya semisal cobalah untuk memanfaatkan barang barang disekitar yang kita punyai yang sudah tidak terpakai kita rubah menjadi barang yang bermanfaat untuk meringankan pekerjaan kita dengan berprinsip hemat tapi manfaat sehingga kita tidak perlu mengeluarkan keuangan yang tinggi tapi dapat tercukupi apa yang kita maui.

Seperti contoh diatas memanfaatkan drum bekas untuk mengganti bak angkong ,yang mungkin saja kalau kita beli baru untuk saat ini harga satu buah angkong sekitar Rp.560.000.- dan jika kita beli dari toko baknya saja di kisaran anggka Rp.300.000.- sedangkan mungkin angkong yg kita punya rata rata dikarenakan pemakaian untuk angkut batu dan sebagainya kemungkinan besar baknya yang rusak parah sedangkan rangka kebanyakan masih layak atau kemungkinan masih bagus .

 

Untuk menyikapi hal tersebut alangkah bijaknya jika kita bisa berhemat dengan cara nembuat sendiri baknya semisal manfaatkan drum yang dari seng yang sudah bocor yang sudah tidak bisa kita pakai untuk tandon air semisal kita belah kita potong dan kita desain menjadi bak angkong dengan pengelasan dan satu buah drum bekas dapat kita jadikan dua bak angkong dengan cara ini tentu kita dengan 2 buah bak angkong paling tidak kita berhemat uang kira kira Rp.400.000.-(jika pengelasan dilakukan bengkel las bahan dari kita) tapi jika kita lakukan sendiri fabrikasinya dan juga pengelasannya kita bisa berhemat sekitar Rp.400.000.- x 2 dikarenakan pemotongan untuk 2 buah bak butuh batu cutting 2 buah seharga :Rp.14000 ,batu gerinda 4″ satu buah seharga Rp.13.000.- dan elektoda 2,0 seperempat wadah dan satu wadah seharga Rp. 85.000.- biaya listrik mungkin sekitar 25.000.- untuk pengelasan dari rincian rincian itu setidaknya kita bisa berhemat uang dan apa yang kita maui tercukupi.

Ini hanyalah salah satu contoh dan gambaran dalam memanfatkan barang bekas dalam berkreatifitas ,memanfaatkan waktu luang untuk berhemat uang,manfaatkan limbah jadi berfaedah,tidak mudah tapi juga tidak susah, selamat mencoba…masih banyak kreasi- kreasi yang lainnya ,karena anda sendiri yang tau tentang apa yang anda mau ,ini hanya salah satu contoh kecil dari ribuan kreasi yang dapat kita lakukan.

Tetap semangat manfaatkan yang ada sehingga tidak membutuhkan yang tidak ada,kreatifitas tiada batas..hidup hemat dapat manfaat.

Manfaatkan waktu luang dapat uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *