Dampak wacana Bendungan Ngemplak.

Agustus 2019 diadakan pertemuan tahap tahap I PKM yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam hal Feasibility Study Bendungan Ngemplak yan melibatkan PT Putra Pertiwi Perkasa sebagai konsultan teknik perencana dan pengawas,Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah sungai Pemali+Juana dan setda serta dinas-dinas terkait yang berada di Kabupaten Grobogan dalam hal menindak lanjuti pembahasan perencanaan pengadaan bendungan di wilayah Kecamatan Geyer ,Kabupaten Grobogan.

pertemuan kondultasi tahap I ini ditujukan untuk mendapatkan masukan rencana terkaitpembangunan bendungan yang di beri judul “Pebangunan Bendungan Ngemplak” antara lain masukan tentang:

  • Kebutuhan dari aspek kebutuhan irigasi,kebutuhan air baku,penanganan masalah banjir.
  • Pemahaman dan tanggaoan masyarakat terhadap rencana pembangunan bendungan ngemplak.
  • Kondisi-kondisi sosial ekonomi di wilayah terdampak dan wilayah penerima manfaat.

Rencana Bendungan Ngemplak merupakan bagian dari masterplant pengembang wilayah sungai pemali juana.

Dan dalam pertemuan tersebut juga di berikan beberapa alternatif yaitu 4 Alternatif:

  1. Aternatif 1a dan 1b. Yang terletak Desa Asemrudung pada koordinat 9205513 N 0500418 E ,Tinggi bendungan 25 m ,panjang puncak bendungan 4.700 m,luas area genangan 1.938 ha,volume tampungan 221,9 jt m kubik.
  2. Alternatif 2 yang terletak di Desa Karanganyar pada koordinat 9203397 N 0500625E.tinggi bendungan 12,5 m,panjang puncak bendungan 473m,luas area genangan 73,4ha dan volume bendungan 4.5 jt m kubik.
  3. Alternatif 3 yang terletak di Desa bangsri pada koordinat 9201450 N 0498902 E.,tinggi bendungan 12,5m. Panjang puncak bendungan 380 m,luas area genangan 29,32 ha,volume tampubgan 1,84 jt kubik.
  4. Alternatif 4 terletak di Desa Bangsri pada koordinat 9201384E 0498491N ,tinggi bebdungan 25 m.panjang puncak bendungan 978m,luas area genangan 457 ha,volume tampungan 502,4 juta m kubik.

Dan dari sekian Alternatif yang disuguhkan untuk Alternatif 1 dan 4 di tolak oleh warga Desa baik Desa Asemrudung dan Desa Bangsri melalui Kepala Desa masing _ masing karena berdampak pada relokasi penduduk kedua Desa,baik Desa Asemrudung ataupun Desa Bangsri atau dalam istilahnya penduduk kedua Desa menjadi korban dan bukan sebagai pemanfaat dengan adanya pembangunan tersebut,dan tinggal tersisa Alternatif 2 dan Alternatif 3 yang butuh pengkajian ulang dampak sosial ekonominya.

Dan tak dapat dipungkiri dengan adanya wacana pembangunan bendungan Ngemplak ini masyarakat ketiga desa kebanyakan resah terutama Masyarakat Desa Bangsri dan Desa Asemrudung yang terkena imbas dengan apa yang direncanakan dan terlebih jika perangkat desa dan tokoh-tokoh masyarakat kurang memahami dan tidak menjelaskan kepada nadyarakat umum bahwa ada beberapa alternatif atau ada 4 alternatif dan akan dipertimbangkan dalam segala hal dan aspek untuk mendapatkan hasil yang baik dan terbaik dengan mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya dengan adanya pembangunan program tersebut dari hulu sampai hilir.

Dan berkaitan dengan informasi mengenai keresahan warga Masyarakat ini maka dibutuhkan kerjasama yang baik antara tokoh _tokoh masyarakat,pemuka Agama ,perangkat Desa , babinkamtibmas dsb untuk bisa mengklarifikasi berita dan rencana ini serta memberikan pendapat , menginformasikan dengan baik tanpa harus membuat keruh suasana karena masih ada alternatif 3 yang mana masyarakat Desa Bangsri dan Desa Asemrudung bukan sebagai korban tetapi lebih kepada penerima manfaat program tersebut karena alternatif 3 terletak di batas desa dan hutan negara.

Dan mungkin inilah alternatif yang terbaik .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *