Salahkah kami terlahir ke dunia ini….

Salahkah kami terlahir kedunia ini … Bukan keinginan kami seperti ini mungkin juga bukan keinginan ayah bunda kami yang merawat kami yang melahirkan kami… Yang dengan sabar dan iklas menuntun kami ,yang meluangkan sebagian besar hidupnya untuk kami,yang mengorbankan segalanya untuk kami….

Andai kata kami sempurna seperti yang lainnya…

Andai kata kami sehat seperti yang lain

Andai kata kami bisa bekerja seperti yang lain

Andai kata kami dapat berpikir seperti insan manusia di sekeliling kami,mungkin seribu satu pertanyaan dan seribu satu andaikata tak ada di benak kami…

Tapi apa daya inilah kami yang tercipta dan terlahir kedunia ini sebagai penyeimbang siang dan malam.

Mungkin inilah yang ada dibenak saudara kita sebagian kecil penyadang disablelitas andai mereka dapat bicara dan mengungkapkan isi hatinya pada kita.

Untuk hal tersebut dibutuhkan kepedulian yang lebih dari keluarga ,lingkungan dan juga pemerintahan agar mereka setidaknya sedikit bisa merasakan apa itu kata “bahagia”

Tidak dapat dipungkiri keadaan mereka terlalu sering terabaikan bahkan sering terlupakan baik oleh orang orang terdekatnya ataupun pemerintah dan dinas terkait.

Beberapa kali pemerintahan Desa mengajukan untuk mendapatkan setidaknya seperti BPNT namun sampai hari ini belum terealisasi dan masih berupa mimpi yang tak pasti dengan berbagai macam kendala persyaratan yang harus ada.

Sehingga dari pemerintahan desa untuk sementara waktu hanya bisa membantu ala kadarnya melalui bantuan bantuan yang lain untuk sekedar meringankan kebutuhan hidup…

Dari apa yang di usahakan baru hari ini sabtu 12/10-2019 dari dinas sosial tingkat kecamatan mengadakan survay/kunjungan ke keluarga penyandang disablelitas yang di dampingi oleh salah satu babinkamtimas untuk menyatakan kebenaran tentang hal ini sekaligus menengok kondisi penyandang yang bisa dikatakan sangat memprihatinkan dan perlu uluran tangan dinas terkait .

Dan dari bincang bincang dengan keluarganya juga dari keterangan warga lingkungan mekalui pertanyaan yang disampsikan oleh petugas Dinsos ,apakah mereka dapat BPNT dan seratus persen mereka menjawab tidak….entah siapa yang salah ,,,tidakkah untuk golongan seperti ini mendapatkan prioritas dan kemudahan untuk segi administrasi dalam hal bantuan…?

Bisa ya bisa tidak!

Ya: apabila ada keseriusan dinas terkait…

Tidak :apabila harus memenuhi persyaratan administrasi seperti E-KTP dan lain lain…mengingat kondisi fisik dan phisiologi para disablelitas yang ada tidak mungkin melakukan perekaman Data khususnya E-KTP.

Terkecuali diadakan perekaman e-KTP jemput bola langsung ke keluarga penyandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *