Beban yang begitu berattt…dipundak kami…

Dengan ditetapkanya dan diumumkannya bahwa ditemukan pdp convid 19 positip yang ada di Desa Bangsri Kecamatan Geyer yang berada di tapal batas dua kabupaten yaitu Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Sragen bagaikan sambaran petir di siang hari sebab kami yang berada di desa yang berpenduduk belum begitu padat rumah pun belum berhimpitan,kami yang mayoritas hanyalah petani tadah hujan yang jauh dari keramaian jarang bepergian kok bisa terdampak…hanya Allah SWT yang Tahu.

Nasi telah jadi bubur dan tak akan kembali walau ditangisi ataupun di sesali ,beban psikologis yang sangat berat buat kami mengingat dasyatnya penularan virus confid 19 yang menewaskan puluhan ribu nyawa manusia yang ada didunia Ya Allah Ampunkanlah Dosa dan khilaf kami

Lelah,letih,ngantuk dan rasa was was yang kadang tak terkendali begitu bahayanya virus ini buat nyawa kami,hidup kami,kami harus tetap berjuang ,bekerja demi saudara saudara kami,tetangga kami,anak,istri ,ibu dan bapak ataupun juga nenek kakek agar semua bisa selamat dan terhindar dari penularan virus ini,,,yang sangat ngerii Ya Alloh Yang Maha Berkehendak mohon lindungi kami semua dari keganasan virus ini.

Siang malam tiada henti dalam rasa was was yang mencekam dalam langkah kami dalam balutan alat pelindung diri seadanya kami harus bekerja untuk desa dan dusun kami agar dapat songsong terbitnya mentari pagi

Setiap detik kami dalam ancaman yang penuh misteri yang takan pernah terlihat oleh mata, kami harus tetap melangkah pasti dan terlihat percaya diri agar memberikan sugesti sekeliling kami supaya tak turunkan imunitas diri dan antibody.

Itulah mungkin yang tersirat dan terbesit dihati mereka petugas petugas tanggap darurat corona yang hanya berbekal dengan peralatan dan perlengkapan seadaanya harus menjalankan tugas dalam rangka memutus penularan wabah virus covid 19 yang sangat berbahaya seakan terlihat sigap dan rasa percaya diri yang luarbiasa harus melakukan penyemprotan disinfektan,membagikan sembako,masker untuk kebutuhan lingkungan terdampak,memberikan edukasi dan pemahaman,melakukan kegiatan ronda ,jaga dan sebagainya dengan harapan wabah virus covid 19 dapat sirna secepatnya dan tak menimbulkan korban berikutnya.

Mereka tak butuh piagam penghargaan ,mereka tak butuh tepuk tangan yang mereka butuhkan semua ini (covid 19) segera berlalu dan orang orang dalam lingkungan terdampak selalu diberikan kesehatan dan situasi kembali aman agar bisa jalankan roda kehidupan dan menata masadepan ,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *